Showing posts with label sms. Show all posts
Showing posts with label sms. Show all posts

Monday, 2 June 2014

Secuil sms yang masih ada

Malam itu, aku senang setelah diberitahunya kalau dia akan mengajar di salah satu SMA terbaik di kota Depok. Senang juga karena ternyata jadwal hari dia mengajar sama dengan jadwalku, Senin, Selasa, dan Rabu. Karenanya kami masih punya waktu untuk bertemu, kalau tidak Kamis, ya Jum’at. Dengan antusiasnya dia bercerita hari pertama dia di sana, sangat kelihatan dan kurasakan dia sangat senang mendapatkan kesempatan mengajar di sana.
“The boys, they’re funny, and the girls, they’re shy…”, ujarnya.
“How much time do you think I should give students before I lock the door once class has begun?”,
“They come to class 20 minutes late-I’m locking the door: no entry after (10 mins??? Once class has begun) tanyanya kepadaku.
“10 minutes is fine…” jawabku.
Aku memang belum pernah “lock the door” kalau mengajar, berhubung siswa yang aku ajar adalah taruna yang tingkat kedisiplinannya tidak diragukan lagi…(pengalamanku lho ya..).
Aku bilang, to be strict to students who often come late is badly needed. Diapun sependapat, strict bukanlah “get angry”, tapi lebih pada seperti apa yang dikatakannya
“I’m making a list of consequences for each of their bad behaviors”.

Secuil sms setelah beberapa lama "silent"

Alhamdulillah”, ucapku dengan senang hati setelah rangkai demi rangai “pesan” aka “sms” aku kirim untuk temanku dan berbuah balasan yang sangat manis… Beberapa bulan ini selama bulan puasa dan setelah lebaran, kami jarang sekali bertemu,bahkan berkirim pesanpun jarang, karena memang kami ingin intens memanfaatkan bulan suci ramadhan dengan amalan-amalan baik dan ibadah. Tapi melupakan persahabatan aku dan dia  yang bisa dikatakan unik tidak sedikitpun dalam pikiranku. Begitu pula dia, aku yakin itu. Bagiku, adakalanya persahabatan itu bagaikan melakukan perjalanan jauh, butuh istirahat sejenak untuk merecharge. Aku pun begitu, aku ingin ‘silent’ (tidak memberi dan menanyakan kabar) saja beberapa waktu bagiku itu biasa dan akupun enjoy saja. Dan ini membuat sahabatku bertanya
“you will be honest to me, won’t you?"
"What’s up?”
aku balas “yes, I will, what’s up what?”.
“Oh, you aren’t mad, only silent”, katanya.
Aku bilang iya. Setelah beberapa waktu, giliran aku yang bertanya,
“How are you? No sounds…I meant no sounds is silent”.
dia pun membalas yang membuatku agak terenyuh
“ I’m the same as you…silent/no sounds”.


Secuil sms yang tersimpan

Di sini hanya ingin berbagi beberapa penggalan sms yang masih tersimpan dan tetap ingat asbabul nuzulnya. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat.
"Assalammualaikum, how is your flu?", sapaku melalui sms. Saat itu aku sedang di depan komputer mencari file artikel thesisku yang aku lupa nama filenya. Semoga kebiasaan tak baik ini tak terulang di kemudian hari. Setelah akhirnya ketemu, tak kunjung pula balasan sms darinya kuterima. Aku tahu sudah lebih dari 2 hari dia, my dear friend terserang flu. Bila dia flu, maka seluruh badannya terasa sakit, hidung total mampet, kepala pusing, dan rasanya sangat letih bak pekerja rodi.
Miss Ana and Miss Hamidah
"Ting ting"  nada dering sms yang kutunggu pun tiba. Kubaca,
"This flu is HARSH"  wah tambah berat nih flunya, ucapku dalam hati.
"Pilek, batuk, pusing?" tanyaku
"Pilek bersama mampet...semua otot/ tulang sakit, dan capek sekali" jawabnya. Hmm, mungkin dia kurang istirahat pikirku. Kasihan dia, karena semua yang berada di rumahnya terserang flu, termasuk si kecil Fikri. Selain dia harus merawat anggota keluarganya, dia pun harus merawat dirinya sendiri. Begitulah, orang sakit merawat orang sakit, akan tetapi dia wanita yang tangguh. Kusarankan dia untuk mengoleskan minyak tawon di sekitar hidungnya.